Guru Sebagai Teladan Ataukah Sebagai Bahan Hinaan
Assalammualaikum .wr.wb
YTH.Bapak ALI ROJA’I
selaku guru pembina bahasa indonesia ,serta
Teman-teman semua yang
saya cintai
Pertama marilah kita
panjatakan segala puji syukur kita kehadirat ALLAH SWT, karena berkat limpahan
rahmat ,taufik, serta hidayah-NYA semata, kita dapat berkumpul di sini dalam
keadaan sehat wal afiyat AMIN. Kedua, sholawat serta salam semoga tetap
tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar MUHAMMAD SAW.
Pada kesempatan yang baik
ini, saya akan berpidato dengan membawakan judul “Guru Sebagai Teladan Ataukah
Sebagai Bahan Hinaan”. Pada dasarnya seorang guru adalah figur yang menjadi
sumber contoh, karena seorang guru memiliki akhlak atau budi pekerti yang baik.
seorang guru mengajar murid-muridnya dengan ikhlas tanpa mengharap balasan
apapun. Seorang guru selalu bersikap sabar
dalam menghadapi murid-muridnya selalu memberikan kebijaksanaanya dalam
setiap penyelesaian masalah yang dihadapi murid-muridnya. Beliau selalu memberkan
pengertian tentang arti hidup yang sebenarnya, yaitu hidup yang dapat
memberikan sedikit kebaikan dan kebahagiaan bagi orang lain.
Oleh karena itulah sebagai
konsekuensi kita sebagai murid yang baik, selakyaknyalah kita menghargaii
kedudukan seorang guru, mencintai mereka dan selalu menghargai mereka. Karena
kita sebagai murid tidak akan pernah mampu untuk membalas beribu kebaikan yang
telah guru berikan pada kita. Ada satu kata mutiara dari sahabat ALI
karomallahuwaj'hah “Aku adalah budak bagi orang yang mengajarku, walau itu
hanya satu huruf saja. Terserah mereka, aku akan dimerdekakan atau tidak”. Subhanallah
betapa luar biasanya kedudukan seorang guru itu.
Tapi yang menjadi “BIG PROBLEM“ masalah besar yang kita hadapi
sekarang ini adalah, banyak kita temukan ketidakakuran hubungan antara guru denga dengan murid, terkadang guru
bersikap tidak adil kepada murid-muridnya, hanya memperhatikan satu atau dua
muridnya dari sekian banyak muridnya. Terkadang guru bersikap tidak bijaksana,
ketika ditanya oleh salah satu murid-muridnya beliau malah marah-marah, itulah
mungkin sedikit penyebab seorang murid tidak lagi mau menghormati guru, karena
merasa tidak dianggap dan tidak diperhatikan. Padahal antara guru dan murid
harus memiliki hati, jiwa, dan perasaan yang melebur menjadii satu, karena
itulah modal awal dan modal utama untuk “tholabul ilmi” atau mencari ilmu.
Lalu baagaimanakah solusi
dari permasalahan ini??? Kita menyadari bahwa “Al insanu mahalul khotoq wan
nisyan" Manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Dengan dasar itulah kita
memahami bahwa tiada manusia di dunia ini yang tak luput dari yang namanya
kesalahan. Oleh karena itulah, untuk menyelesaikan permasalahan yang pelik ini
diperlukkan kerja sama, penyatuan jiwa dengan saling melengkapi antara satu
sama lain. maksudnya guru mau memberikan nasehat pada murid-muridnya, tapi guru
juga mau mendengarkan keluhan-keluhan dari murid-muridnya.
Mungkin dengan itulah akan
tercapai suatu keadaan di mana antara guru dan murid memiliki hubungan yang baik,
yang ahirnya kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat berjalan dengan lancar,
sehingga pestasi yang gemilang bukanlah menjadi hal yang mustahil untuk di
gapai oleh para siswa.
Mungkin itu sedikit yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat pada diri saya pribadi khususnya dan umumnya pada teman – teman. cukup sekian pidato saya. atas kata-kata atau perbuatan yang kurang berkenan di hati teman-teman, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya .Ahirul kalam “idza wajaddum khotoq fainnahu mainallah wa idza wajaddum showab fainnahu minni“. ketika ada kebaikan itu datangnya dari Allah, dan ketika ada kejelekkan itu dari saya pribadi.
Mungkin itu sedikit yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat pada diri saya pribadi khususnya dan umumnya pada teman – teman. cukup sekian pidato saya. atas kata-kata atau perbuatan yang kurang berkenan di hati teman-teman, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya .Ahirul kalam “idza wajaddum khotoq fainnahu mainallah wa idza wajaddum showab fainnahu minni“. ketika ada kebaikan itu datangnya dari Allah, dan ketika ada kejelekkan itu dari saya pribadi.
Wasssalammualaikum wr.wb
Kamis, 10 April 2014